Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0

Berikut ini adalah berkas mengenai Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0. Berkas ini merupakan materi dalam Rakernas Ristekdikti - Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI. Download file format .pdf.

Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0
Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0

Keterangan:
Di bawah ini kutipan teks/keterangan dari isi berkas mengenai Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0.

Era Disrupsi Teknologi Revolusi Industri 4.0

Sebagian besar perusahaan menggunakan teknologi untuk menjual produk mereka secara online..” – The Economist, 2017

Indonesia perlu meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerja dengan teknologi digital (Parray, ILO, 2017)

>55 % organisasi menyatakan bahwa digital talent gap semakin lebar (Linkedin, 2017) 

Tantangan SDM PEMBANGUNAN Indonesia Era Revolusi Industri 4.0

Relevansi pendidikan dan pekerjaan, perlu disesuaikan dengan perkembangan era dan IPTEK dengan tetap memberikan perhatian kepada aspek humanities.

Pasar kerja membutuhkan kombinasi berbagai skills yang berbeda dengan yang selama ini diberikan oleh sistem pendidikan tinggi (Marmolejo,World Bank, 2017).


Perlunya LITERASI BARU Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Sudah siapkah kita? Menyiapkan lulusan lebih kompetitif

Agar lulusan bisa kompetitif, kurikukum perlu orientasi baru, sebab adanya Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup Literasi Lama (membaca, menulis, & matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat.

Bagaimana caranya meyakinkan mahasiswa bahwa literasi baru ini akan membuat mereka kompetitif?

Literasi Baru:

Literasi Data
Kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (Big Data) di dunia digital.

Literasi Teknologi
Memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (Coding, Artificial Intelligence, & Engineering Principles).

Literasi Manusia
Humanities, Komunikasi, & Desain

LITERASI MANUSIA

Agar manusia bisa berfungsi dengan baik di lingkungan manusia: Humanities, Komunikasi, & Desain.

Universitas perlu mencari metoda untuk mengembangkan kapasitas kognitif mahasiswa: higher order mental skills, berpikir kritis & sistemik: amat penting untuk bertahan di era revolusi industri 4.0.

Keterampilan:
  1. Kepemimpinan (leadership)
  2. Bekerja dalam tim (team work)

Kelincahan dan kematangan budaya (Cultural Agility):
Mahasiswa dengan berbagai latar belakang mampu bekerja dalam lingkungan yang berbeda (dalam/luar negeri).

Entrepreneurship (termasuk social entrepreneurship):
Harus merupakan kapasitas dasar yang dimiliki oleh semua mahasiswa.

Bagaimana mengajarnya? (Aoun, 2017)
  • Studi tematik berbagai disiplin, hubungkan dengan dunia nyata, project based-learning.
  • Melalui General Education, Ekstra-kurikuler.
  • Magang/kerja praktek/co-op program (al. higher order skills, leadership, team work) (Northeastern, 2014)

Solusi GEN-RI 4.0 General Education + Kompetensi Revolusi Industri 4.0

Literasi manusia menjadi bagian dari General Education yang harus dikuasai mahasiswa. Literasi data & teknologi dapat diterapkan dalam mata kuliah pilihan.
  • Literasi Data
  • Literasi Teknologi
  • Literasi Manusia 
  • Berpikir kritis, sistemik, lateral, & tingkat tinggi
  • Entrepreneurship

BELAJAR SEPANJANG HAYAT

Lifelong learning is becoming an economic imperative (Economist, 2017)

Belajar sepanjang hayat perlu difasilitasi oleh universitas (karena pendidikan tidak berhenti setelah memperoleh ijazah). 

Tidak sedikit perguruan tinggi di negara maju yang memfasilitasi life-long learning (sudah dianggap hal yang amat penting, USA: 12,8 juta mahasiswa/tahun) dengan suatu unit khusus, disediakan untuk pembelajar lanjut yang ingin memperoleh pengetahuan/ keterampilan atau kompetensi baru yang sesuai dengan perubahan teknologi/pekerjaan.

Solusi Pembelajaran 4.0 
BLENDED LEARNING
Difasilitasi SPADA & IdREN: Video Conference, Online Learning, Resource Sharing
  • Biaya kuliah semakin mahal
  • Jumlah dosen terbatas
  • Jumlah mahasiswa bertambah

Solusi:
  • Memanfaatkan TIK untuk peningkatan produktifitas (efektifitas & efisiensi) dengan tetap mempertahankan mutu.
  • Harmonisasi/pengembangan peraturan yang ada.

“One Professor Thousand Students”

Seorang dosen didampingi beberapa asisten/instruktur dapat mengajar kelas besar; atau seorang dosen dapat mengajar mata kuliah tertentu ke PT/Prodi tertentu yang kekurangan dosen. 

SPADA
Indonesia
Sistem Pembelajaran Daring Indonesia

Ditjen Belmawa memfasilitasi kemudahan koneksi melalui IdREN (backbone)


Kebijakan Ditjen Belmawa PENDIDIKAN TINGGI Era Revolusi Industri 4.0

Reorientasi Kurikulum
  • Literasi baru (data, teknologi, humanities) dikembangkan dan diajarkan.
  • Kegiatan ekstra kurikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan bekerja dalam tim agar terus dikembangkan.
  • Entrepreneurship dan internship agar diwajibkan.

Hybrid/Blended Learning, Online
Menerapkan sistem pengajaran Hybrid/Blended Learning melalui SPADA-IdREN. 

Unit Khusus Life-long Learning
Disarankan perguruan tinggi mempunyai unit yang secara khusus memberikan layanan life-long learning.

Hibah dan Bimtek dari Belmawa untuk reorientasi kurikulum (GEN-RI 4.0) untuk 400 PT


Selengkapnya silahkan lihat atau download berkas mengenai Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0 di bawah ini.

File Preview:

Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0



Download:
Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0 - V,1,1 Dirjen Belmawa IA-Belmawa-Rakernas-Ristekdikti-Medan.pdf

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel