Potret Tenaga Kerja Lulusan SMK Pada Industri Manufaktur

Berikut ini berkas mengenai Potret Tenaga Kerja Lulusan SMK Pada Industri Manufaktur. Download file format PDF. Berkas ini merupakan salah satu Vocational Education Policy, White Paper yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMK - Dirjen Dikdasmen - Kemdikbud RI.

Potret Tenaga Kerja Lulusan SMK Pada Industri Manufaktur
Potret Tenaga Kerja Lulusan SMK Pada Industri Manufaktur

Potret Tenaga Kerja Lulusan SMK Pada Industri Manufaktur

Industri manufaktur memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Industri tersebut tidak hanya sebagai penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tapi juga turut andil dalam menciptakan lapangan kerja yang luas untuk penduduk Indonesia. Kajian kebijakan ini menggunakan analisis deskriptif untuk memberikan gambaran umum tentang industri manufaktur di Indonesia dan hubungannya dengan penyediaan lapangan kerja bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Berdasarkan hasil kajian, diperoleh bahwa meskipun Indonesia menjadi 10 negara teratas yang memiliki nilai tambah terbesar di sektor manufaktur tingkat dunia, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stagnan dan hanya berkisar 5% dalam empat tahun terakhir. Pada tahun 2018, sebanyak 26,32% lulusan SMK bekerja di industri manufaktur dengan jenis pekerjaan utama terbesar adalah sebagai tenaga produksi, operator alat-alat angkut dan pekerja kasar. Lulusan SMK juga sebagian besar bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pemerintah perlu mendorong pengembangan dan memaksimalkan peran industri manufaktur. Pemerintah juga perlu meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan memberikan pelatihan dasar kepada calon pekerja sesuai dengan perkembangan perubahan teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan dalam industri manufaktur. Selain itu, penyesuaian penamaan bidang keahlian SMK terhadap lapangan usaha yang dipublikasikan oleh BPS juga dinilai perlu untuk dilakukan agar proses analisis menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Industri manufaktur merupakan suatu usaha yang mengolah atau mengubah bahan mentah menjadi barang jadi ataupun barang setengah jadi yang mempunya nilai tambah yang dilakukan secara mekanis menggunakan mesin ataupun tanpa menggunakan mesin (BPS, 2018). Industri manufaktur merupakan salah satu sektor strategis dalam pertumbuhan ekonomi karena industri ini tidak hanya sebagai penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), tetapi juga mampu memberikan kontribusi tertinggi melalui setoran pajak.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan dan sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri manufaktur. Jika pertumbuhan industri manufaktur meningkat maka pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Merujuk pada data publikasi United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), pada tahun 2017 Indonesia menduduki peringkat ke-10 di dunia atau naik lima peringkat dari tahun 2010 untuk kategori manufacturing value added. Meskipun Indonesia menunjukkan prestasi yang cukup membanggakan dalam perindustrian manufaktur internasional, namun faktanya dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stagnan dan berada pada angka 5%. Stagnansi ekonomi tersebut diduga disebabkan karena melemahnya industri manufaktur yang tumbuh di bawah rata-rata. Untuk mengatasi hal tersebut, Indonesia perlu kembali mengembangkan sektor manufaktur dalam menghadapi penurunan ekonomi dan agar memiliki sumber pertumbuhan yang lebih stabil.

Kajian kebijakan ini mengupas tentang gambaran industri manufaktur di Indonesia dan penyerapan tenaga kerja (khususnya untuk lulusan SMK) pada industri manufaktur. Dengan memanfaatkan dan menganalisa hal tersebut, diharapkan diperoleh gambaran yang lebih terperinci tentang perkembangan industri manufaktur dan penyerapan tenaga kerja lulusan SMK di sektor tersebut. Diharapkan informasi yang dihasilkan dapat menjadi suatu pertimbangan bagi pihak yang terkait dalam proses pembuatan rekomendasi dan perumusan kebijakan dalam pengembangan industri manufaktur yang dapat menyerap tenaga kerja lebih besar, khususnya tenaga kerja dari lulusan SMK.

Tujuan kajian kebijakan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang industri manufaktur di Indonesia dan kaitannya dengan ketenagakerjaan lulusan SMK serta memberikan rekomendasi kebijakan terkait dengan pengembangan industri manufaktur demi peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kajian kebijakan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat dijadikan bahan masukan bagi pemerintah khususnya Kemdikbud dalam rangka mengambil kebijakan di bidang ketenagakerjaan yang berkaitan dengan pengangguran di Indonesia khususnya untuk industri manufaktur di Indonesia.

Untuk pembaca, kajian kebijakan ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai referensi atau pembanding bagi kajian kebijakan berikutnya serta dapat memberikan landasan untuk kajian kebijakan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pengangguran.
      Selengkapnya mengenai isi dan susunan berkas paper Potret Tenaga Kerja Lulusan SMK Pada Industri Manufaktur ini, silahkan lihat pada file preview dan download pada link di bawah ini.

      File Preview:



      Download File:

      Iklan Atas Artikel

      Iklan Tengah Artikel 1

      Iklan Tengah Artikel 2

      Iklan Bawah Artikel